<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>An-Nahl Mind</title>
	<atom:link href="http://annahlfauzie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://annahlfauzie.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2009 05:48:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='annahlfauzie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>An-Nahl Mind</title>
		<link>http://annahlfauzie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://annahlfauzie.wordpress.com/osd.xml" title="An-Nahl Mind" />
	<atom:link rel='hub' href='http://annahlfauzie.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PRINSIP 90/10 Oleh : STEPHEN COVEY</title>
		<link>http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/prinsip-9010-oleh-stephen-covey/</link>
		<comments>http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/prinsip-9010-oleh-stephen-covey/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 05:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annahlfauzie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annahlfauzie.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana prinsip 90/10 itu ? - 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami. - 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi. Apa maksudnya ? Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada &#8230; <a href="http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/prinsip-9010-oleh-stephen-covey/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annahlfauzie.wordpress.com&amp;blog=7547293&amp;post=10&amp;subd=annahlfauzie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana prinsip 90/10 itu ?<br />
- 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda<br />
alami.<br />
- 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.<br />
Apa maksudnya ?<br />
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi<br />
pada diri<br />
anda.<br />
Contohnya :<br />
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat<br />
datang dan<br />
hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah<br />
menghambat<br />
seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10%<br />
ini.<br />
Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang<br />
90% ini.<br />
Bagaimana caranya ? âEURO|. Dari cara reaksi anda !!<br />
Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat<br />
mengontrol<br />
reaksi anda.<br />
Marilah kita lihat contoh dibawah ini :<br />
Kondisi 1<br />
Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak<br />
sengaja<br />
menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja<br />
anda tersiram<br />
kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja<br />
terjadi.<br />
Reaksi anda :<br />
Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke<br />
pakaian anda. Anak<br />
anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke<br />
istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu<br />
pinggir<br />
diujung meja.<br />
Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan<br />
cepat-cepat<br />
ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis<br />
sambil<br />
menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak anda ketinggalan<br />
bis.<br />
Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil<br />
dan<br />
mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju<br />
mobil dengan<br />
kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60<br />
km/jam.<br />
Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp<br />
600.000,-<br />
karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah.<br />
Anak anda<br />
secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit..<br />
Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru<br />
ingat kalau<br />
tas anda tertinggal di rumah.<br />
Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan<br />
maka akan<br />
semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.<br />
Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan<br />
hubungan dengan<br />
istri dan anak anda.<br />
Mengapa ? Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.<br />
Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?*<br />
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?<br />
2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?<br />
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?<br />
4. Apakah anda penyebabnya ?<br />
Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda<br />
sendiri !!<br />
Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi<br />
pada cangkir<br />
kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah<br />
penyebab<br />
hari buruk anda.<br />
Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda<br />
sikapi.<br />
Kondisi 2<br />
Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan<br />
menangis, anda<br />
berkata lembut : &#8220;Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya.&#8221;<br />
Anda<br />
ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian<br />
dan<br />
mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan<br />
dan melihat<br />
anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda.<br />
Anda<br />
kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan :<br />
&#8220;Sampai jumpa<br />
makan malam nanti.&#8221;<br />
Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka<br />
cerah menegur staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari<br />
anda di<br />
kantor.<br />
Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?<br />
2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama,<br />
diakhiri<br />
dengan<br />
kondisi berbeda.<br />
Mengapa ?<br />
Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi !<br />
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi.<br />
Tetapi yang<br />
90% tergantung dari reaksi anda sendiri.<br />
Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang<br />
yang<br />
mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing.<br />
Biarkan<br />
serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan<br />
membiarkan<br />
komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.<br />
Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan<br />
anda:<br />
kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.<br />
Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan<br />
dan terlambat<br />
masuk kantor ? Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ?<br />
Memaki-maki<br />
? Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ?<br />
Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda<br />
biarkan<br />
kondisi tersebut merusak hari anda ?<br />
Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda<br />
akan cepat<br />
terselesaikan.<br />
Contoh lain :<br />
- Anda dipecat.<br />
Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ?<br />
Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu<br />
yang hilang<br />
karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.<br />
- Pesawat terlambat.<br />
Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marahmarah<br />
kepada<br />
petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan<br />
terhadap apa<br />
yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan<br />
memperburuk<br />
kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi,<br />
membaca buku<br />
yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.<br />
Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam<br />
aktivitas harian<br />
anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang<br />
dan<br />
hasilnya sangat menakjubkan.<br />
Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat,<br />
cobaan<br />
hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita<br />
mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.<br />
NIKMATILAH HIDUP INI !!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annahlfauzie.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annahlfauzie.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annahlfauzie.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annahlfauzie.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annahlfauzie.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annahlfauzie.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annahlfauzie.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annahlfauzie.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annahlfauzie.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annahlfauzie.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annahlfauzie.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annahlfauzie.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annahlfauzie.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annahlfauzie.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annahlfauzie.wordpress.com&amp;blog=7547293&amp;post=10&amp;subd=annahlfauzie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/prinsip-9010-oleh-stephen-covey/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/88d6940e210fe195a0dd745cfcb6d5a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annahlfauzie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ya Rasulullah Sallallahu Alayhi wasalam</title>
		<link>http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/ya-rasulullah-sallallahu-alayhi-wasalam/</link>
		<comments>http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/ya-rasulullah-sallallahu-alayhi-wasalam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 05:13:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annahlfauzie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annahlfauzie.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Kami mohon ampunan melalui lidah yang penuh dosa Kepada Allah azza wa jalla Ya Rasullullah Hidupmu adalah ampunan bagi dunia yang mengalir kedalam hati Di usia satu tahun, engkau bersama Bani Sa’ad Semua pengasuh menolak merawatmu Karena itu langit murka, &#8230; <a href="http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/ya-rasulullah-sallallahu-alayhi-wasalam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annahlfauzie.wordpress.com&amp;blog=7547293&amp;post=6&amp;subd=annahlfauzie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami mohon ampunan melalui lidah yang penuh dosa<br />
Kepada Allah azza wa jalla</p>
<p>Ya Rasullullah<br />
Hidupmu adalah ampunan bagi dunia yang mengalir kedalam hati</p>
<p>Di usia satu tahun, engkau bersama Bani Sa’ad<br />
Semua pengasuh menolak merawatmu<br />
Karena itu langit murka, hingga berhenti menurunkan hujan<br />
Daratan Bani Sa’ad kekeringan<br />
Segumpal awan kecil terpana olemu, selalu mengikutimu<br />
Orang berkumpul memohon hujan<br />
Sayida Halima memelukmu erat, melindungimu dari sinar matahari yang menyayat<br />
Segumpalan awan kecil di langit terpana olemu, senantiasa mengikutimu<br />
Sang pendeta memelukmu sambil berdoa, memandang matamu yang indah<br />
Dan lupa akan haus, hujan dan doa-doanya, tapi tidak lupa akan kedua pasang mata yang membuat awan terpana<br />
Oh, rela kami melepas jiwa demi sekelibat pandangan mata indah itu<br />
Awan tersihir oleh pandangmu dan menggumpal hingga menitikkan hujan<br />
Banyak yang tak tahu mengapa hujan turun, mereka tak tahu siapa dirimu</p>
<p>Di usia enam tahun,<br />
Dalam perjalanan ke Al Madina Al Munawara, bersama ibumu dan Umi Aiman<br />
Engkau merasakan diri seorang yatim disamping makam ayahmu<br />
Di Abwa’a kau kehilangan ibumu dan memasuki Mekah sebagai yatim piatu<br />
Abdul Mutalib semakin mencintaimu, Abu Talib semakin mencintaimu</p>
<p>Ya Rasulullah,<br />
Apakah anak-anak Mekah menanyakan ibumu?<br />
Apakah kau menunduk setiap kali mereka menangis sambil memanggil, “ibu”?<br />
Berapa kalikah angin Mekah membawa titik air matamu ke Abwa’a?<br />
Berapa malamkah kau menangis dan memanggil, “ibu, ibu”?</p>
<p>Oh yang tercinta,<br />
Untukmu kami menyebut bunda kami, “ibu”,<br />
untukmu kami menyebut ayah kami, “bapak”.</p>
<p>Di usia 25<br />
Engkau berbeda dari orang kebanyakan<br />
Bahkan tidak seorang pun mendekati sifatmu<br />
Aura surgamu penuh ampunan, suaramu membawa kedamaian<br />
Engkau adalah Muhammad yang terpercaya<br />
Di usia 30, lautan ampunan terus mengalir<br />
Di usia 35 , datang.. datanglah yang tercinta,<br />
Jangan lagi menunda</p>
<p>Desahan mendalam mengetuk pintu-pintu langit<br />
Datanglah yang tercinta, tak ada lagi penundaan<br />
Engkau diundang ke puncak gunung Nur</p>
<p>Di usia 40, Engkau berada di Gua Hira Gunung Nur<br />
Malaikat Jibril turun dari surga<br />
Setiap jengkal keberadaannya membawa damai dan doa<br />
Hati para makhluk merindukanmu<br />
Engkau bagi kami adalah cahaya senja, cahaya senja di antara gelapnya malam</p>
<p>Engkau adalah Nabiyullah,<br />
engkau adalah Habibullah Allah,<br />
engkau adalah Rasul Allah</p>
<p>Mengapa mereka bersedih atasmu oh yang teragung?<br />
Mengapa mereka menyerangmu?<br />
Apa karena wafatnya Abu Thalib?<br />
Apa karena tak seorang pun melindungimu?<br />
Seperti saat engkau menitikkan air matamu di Ka’bah,<br />
Seperti saat engkau mengatakan,<br />
“aku merasa sepi setelah kepergianmu, wahai pamanku”</p>
<p>Kami ingat doamu di Masjidil Haram<br />
Saat mereka menaruh kotoran di kepalamu<br />
Biarkanlah kami memberikan kepala kami untuk melindungimu Ya Rasulullah<br />
Lihat bagaimana mereka yang tidak beruntung melecehkan dan menertawaimu</p>
<p>Lihat! Siapakah gadis kecil yang berlari menuju ke arahmu di jalan-jalan kota Mekah?<br />
Siapakah gadis kecil yang berlari seperti tahta turun dari surga?<br />
“Siapa itu yang lari?”, Tanya mereka.</p>
<p>Seseorang menjawab…dia Fatimah, anak perempuan Muhammad.<br />
Ibu dari kebenaran. Anak perempuanmu yang tercinta mengusap wajah dan air matamu dengan telapak tangannya. Ia sangat mirip sekali denganmu Ya Rasulullah.<br />
Ia hampir menjadi dirimu ketika wajahnya gembira dan tertawa atau ketika dia menangis.</p>
<p>Seperti kami dapat melihatmu dan mendengar engkau berkata, “Jangan menangis anakku”.<br />
Mengapa mereka mengusirmu ke luar kota wahai ayahku?<br />
Apakah karena engkau seorang diri?<br />
Tidakkah mereka sadar akan pelindungmu?<br />
Yang menjadikanmu yatim dan merawatmu?<br />
Yang mengirimmu sebagai ampunan bagi dunia?</p>
<p>Mereka berkata, “Engkau gila! Engkau gila!”, tapi engkau tak membalas<br />
Mereka berkata,” Engkau gila, kau adalah seorang pendongeng!<br />
Tetapi Kau tetap tidak membalas<br />
Mereka berkata “siapa yang akan melindungi dan menyelamatkan kau dari kami?”<br />
Kemudian engkau menjawab “Allah”… “Allah yang Terpuji”</p>
<p>Surgapun terselubung oleh kekaguman<br />
Dan tahta yang tinggi bergetar menahan keharuan<br />
Ketika engkau berkata “Ya Allah” di Badar<br />
Dan Allah mengirimkanmu 3000 malaikat berkuda<br />
124.000 sahabat bersamamu<br />
Mereka semua berkata “kami lupa orangtua demi kau, Ya Rasulullah</p>
<p>Ya Rasulullah….,<br />
Kau menapak jalan-jalan Madinah<br />
Gadis-gadis kecil Bani Najjar melihatmu<br />
Mereka begitu bahagia hingga tak tahu apa yang harus dilakukan</p>
<p>Kemudian Kau bertanya “apakah kalian mencintaiku?”<br />
Ya kami mencintaimu Ya kekasih Allah, Ya Habibullah ..jawab mereka<br />
Kau berkata “Allah tahu kalau aku juga mencintai kalian”<br />
Begitu banyak orang muda saat ini, bukan dari kaum Bani Najjar<br />
Tetapi mereka juga mencintaimu</p>
<p>Air mata mereka menjadi saksi kecintaan mereka kepadamu<br />
yang melebihi kecintaan mereka pada diri mereka sendiri<br />
Tiada orang lain bagi mereka, selain dirimu<br />
Allah tahu kalau kau juga mencintai mereka</p>
<p>Di usia 60<br />
Kau berdoa dan berkata “Wahai Sahabat Tertinggi”<br />
Kau memakai jubah wol baru dengan baju putih<br />
Dengan pakian indah itu kau berkunjung ke para sahabat<br />
Dan kau mengibaskan telapak tanganmu ke lutut dan berkata “lihat betapa indahnya”</p>
<p>Salah satu sahabatmu berkata “berikan pada hamba Ya Rasulullah”<br />
Mengapa memintanya padahal ia tahu kau menyukainya?<br />
Dan sahabat tahu bahwa kau tidak akan pernah berkata tidak ketika seseorang meminta?<br />
Kau memberikannya dan kembali memakai jubah bertambalmu yang lama</p>
<p>Pertemuan dengan Yang Tercinta masih seminggu<br />
Mereka membuatkan jubah yang sama beberapa kali<br />
Engkau tak berkenan dengan semuanya<br />
Kau mengirim kabar kepada sahabatmu Abu Huraira…<br />
Bahwa beberapa orang akan datang mencariku dan berkata…<br />
Kami ingin bertemu nabi meski itu meninggalkan anak dan harta kami<br />
Kau bicara dengan sahabatmu, Anas, tentang kerinduanmu pada saudara-saudaramu<br />
Kau berkata “aku rindu saudara-saudaraku, merekalah yang percaya padaku meski tidak bersamaku’</p>
<p>Wahai yang tercinta, sambil bersedih diatas podium di Madinah,<br />
Kau berkata “umati, umati”<br />
Kaulah yang berdoa bagi semua umat dari mesjid Mekah<br />
Dengan barakah Allah, kami menyembah dan bersaksi bahwa kaulah nabi terakhir<br />
Kami percaya semua yang kau sampaikan berasal dari Allah<br />
Kami mendengar dan patuh</p>
<p>Ya Rasulullah<br />
Engkau masih berusia 40 tahun<br />
Dan kau masih memimpin umatmu!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annahlfauzie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annahlfauzie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annahlfauzie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annahlfauzie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annahlfauzie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annahlfauzie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annahlfauzie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annahlfauzie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annahlfauzie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annahlfauzie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annahlfauzie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annahlfauzie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annahlfauzie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annahlfauzie.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annahlfauzie.wordpress.com&amp;blog=7547293&amp;post=6&amp;subd=annahlfauzie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/ya-rasulullah-sallallahu-alayhi-wasalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/88d6940e210fe195a0dd745cfcb6d5a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annahlfauzie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang anda sayangi</title>
		<link>http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/kado-ini-adalah-hadiah-terindah-dan-tak-ternilai-bagi-orang-orang-yang-anda-sayangi/</link>
		<comments>http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/kado-ini-adalah-hadiah-terindah-dan-tak-ternilai-bagi-orang-orang-yang-anda-sayangi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 05:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annahlfauzie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annahlfauzie.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[1. KETIKA AKAN MENIKAH Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak mu Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak mu. 2. KETIKA MELAMAR Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang &#8230; <a href="http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/kado-ini-adalah-hadiah-terindah-dan-tak-ternilai-bagi-orang-orang-yang-anda-sayangi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annahlfauzie.wordpress.com&amp;blog=7547293&amp;post=3&amp;subd=annahlfauzie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. KETIKA AKAN MENIKAH<br />
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak mu<br />
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak mu.</p>
<p>2. KETIKA MELAMAR<br />
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis,<br />
tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.</p>
<p>3. KETIKA PEMBERKATAN / AKAD NIKAH<br />
Anda berdua bukan menikah di hadapan pendeta / penghulu, tetapi menikah dihadapan Allah.</p>
<p>4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN<br />
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo&#8217;a kan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakando&#8217;a mereka.</p>
<p>5. SEJAK MALAM PERTAMA<br />
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.</p>
<p>6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA<br />
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri..</p>
<p>7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG<br />
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan</p>
<p>8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK<br />
Cintailah isteri atau suami anda 100%</p>
<p>9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK<br />
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.</p>
<p>10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK<br />
Yakinlah bahwa pintu berkat akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri</p>
<p>11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK<br />
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita</p>
<p>12. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI<br />
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.</p>
<p>13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI<br />
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.</p>
<p>14. KETIKA MENDIDIK ANAK<br />
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak &#8230;</p>
<p>15. KETIKA ANAK BERMASALAH<br />
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau kekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.</p>
<p>16. KETIKA ADA PIL (Pria Idaman Lain)<br />
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.</p>
<p>17. KETIKA ADA WIL (Wanita Idaman Lain)<br />
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.</p>
<p>18. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA<br />
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.</p>
<p>19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS<br />
Gunakanlah formula 7 K<br />
1 Ketuhanan yang Maha Esa<br />
2 Kasih sayang<br />
3 Kesetiaan<br />
4 Komunikasi dialogis<br />
5 Keterbukaan<br />
6 Kejujuran<br />
7 Kesabara</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annahlfauzie.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annahlfauzie.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annahlfauzie.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annahlfauzie.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annahlfauzie.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annahlfauzie.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annahlfauzie.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annahlfauzie.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annahlfauzie.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annahlfauzie.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annahlfauzie.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annahlfauzie.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annahlfauzie.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annahlfauzie.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annahlfauzie.wordpress.com&amp;blog=7547293&amp;post=3&amp;subd=annahlfauzie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annahlfauzie.wordpress.com/2009/04/29/kado-ini-adalah-hadiah-terindah-dan-tak-ternilai-bagi-orang-orang-yang-anda-sayangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/88d6940e210fe195a0dd745cfcb6d5a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">annahlfauzie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
